Pelantar II Pasar KUD Tanjungpinang Ambruk
Masih Ada Penjual Belum Dapat Lapak Pengganti Paska Pelantar II Pasar KUD Tanjungpinang Ambruk

Masih Ada Penjual Belum Dapat Lapak Pengganti Paska Pelantar II Pasar KUD Tanjungpinang Ambruk

Pedagang Pasar KUD Tanjungpinang kembali mengeluh.

Setelah kondisi pintu masuk menuju lapak jualan mereka kembali ambruk, Sabtu (5/3/2022), kini mereka mengaku masih belum bisa berjualan.

Padahal Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang sebelumnya sudah merelokasi sementara lokasi jualan mereka ke Pasar Mini Bestari Tanjungpinang.

Ambruknya pasar tradisional di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini sebelumnya terjadi pada Minggu (20/2/2022).

Sejumlah fiber tempat menyimpan ikan hingga meja pedagang untuk berjualan ikut ambruk bersama reruntuhan bangunan.

Pasar yang berada di atas laut ini diketahui salah satu pasar tertua di Kota Tanjungpinang.

Pasar Mini Bestari tempat sementara mereka berjualan hanya cukup menampung sekitar 42 pedagang saja.

Sedangkan total jumlah pedagang Pasar KUD Tanjungpinang yang ambruk berjumlah 60 orang lebih.

Sementara sisanya ada yang berjualan di sekitar lokasi parkir.

Namun ada juga dari pedagang yang tidak mendapatkan tempat.

Heri salah satunya. Pedagang berusia 28 tahun ini masih mengeluhkan lapak jualan yang belum ia peroleh.

“Saya belum dapat lapak untuk jualan, karena tidak ada yang menetapkan siapa saja yang dapat, mungkin sistemnya siapa cepat dia dapat,” ucap Heri,

Dirinya pun tidak mengetahui secara persis, apakah para pedagang Pasar KUD Tanjungpinang tersebut harus membayar lagi saat berjualan di Pasar Mini Bestari.

“Kami belum tahu bagaimana skemanya, karena yang saya tahu pedagang yang dapat lapak saja belum didata. Kami yang belum dapat pun belum di data juga, mungkin sekarang belum bayar. Ada juga satu pedagabg yang sewa 3 lapak sekaligus, jadi mungkin karena itu kami tidak dapat,” sambungnya.

Kejadian yang menimpa pedagang di Pasar Baru II itu cukup membuat Heri rugi hampir mencapai Rp 15 juta.

Baca Juga :  YKI Kepri Gelar Program Screening IVA dan Sadanis Guna Peringati Hari Kanker Sedunia 2022

“Saya ada 6 peti atau fiber, itu isinya 570 kilogram ikan segar. Tidak sempat kita ambil, karena kita berfikir saat itu tidak akan sampai roboh seluruhnya,” tuturnya.

Ia berharap bisa segera mendapatkan tempat agar ia dan pedagang yang belum mendapatkan tempat bisa segera berjualan.

REAKSI Dirut BUMD

Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) Fahmi buka suara terkait ambruknya pelantar II Pasar KUD Tanjungpinang.

Ia mengatakan, sudah sejak dua pekan lalu pihaknya melarang para pedagang ikan untuk berjualan di sana.

Namun beberapa pedagang tetap nekat berjualan dengan alasan pemenuhan kebutuhan ekonomi.

Mereka ngotot ingin tetap berjualan, meski sudah melihat sebagian lantai tempat penjual yang berdagang di sana ambruk.

“Kami sudah kasih peringatan. Malah petugas kami dilawan oleh pedagang yang ingin tetap berjualan,” ucap Fahmi, Sabtu (5/3/2022).

Ia mengaku sejak robohnya salah satu bagian di dalam pasar hampir dua pekan lalu, pihaknya sudah merelokasi sebagian pedagang ke Jalan Tengku Umar di Pasar Mini Bestari. Namun tempat itu belum bisa menampung seluruh pedagang.

“Sebanyak 41 pedagang sudah direlokasi dan 25 pedagang lain di tempat parkir,” sebutnya.

Adapun bagian yang duluan ambruk di Pelantar II Pasar KUD Tanjungpinang, yakni pintu gerbang yang memiliki empat tiang yang diberi atap. Kemudian tempat beberapa pedagang ikan meletakkan fiber penyimpanan ikan dengan beban cukup berat.

Diberitakan, Pasar Baru KUD Tanjungpinang roboh lagi, Sabtu (5/3/2022).

Robohnya Pasar Baru KUD Tanjungpinang tersebut membuat warga sekitaran pasar terkejut.

Pasalnya, pasar ini belum lama ini mengalami kejadian serupa pada Minggu (20/2/2022) hingga membuat sejumlah pedagang merugi.

Baca Juga :  Tuan Rumah MTQ Kecamatan Tanjungpinang Kota Kelurahan Penyengat

Ambruknya lantai di dalam pasar yang sebelumnya terjadi membuat sejumlah pedagang terhambat berjualan.

Kini, robohnya Pasar KUD Tanjungpinang terjadi di halaman pasar di mana lokasi ini merupakan tempat kendaraan parkir.